Diposkan pada Nonton

Nonton Laskar Pelangi The Movie

Kemarin saya nonton Laskar Pelangi the movie. Film ini merupakan produksi dari Miles Production yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata. Bercerita dengan setting tahun 70’an di Desa Gantong Pulau Belitong yang pada masa itu masih bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Tapi sekarang sudah mengalami pemekaran menjadi Provinsi Bangka Belitung. Di mana pada saat Pulau Bangka dan Belitung begitu jaya dengan hasil timah nya yang dikelolan oleh PN Timah ( sekarang PT Timah ).
Ceritanya sendiri adalah mengenai perjuangan sekelompok orang tua, guru dan murid yang memperjuangkan bahwa pendidikan itu adalah untuk semua orang. Diperlihatkan pemandangan yang cukup kontras antara sekolah yang mempunyai semua fasilitas seperti SD PN Timah dengan sekolah perintis yaitu SD Muhammadyah Gantong yang bahkan untuk mendapatkan murid baru pun susah. Ketika saya melihat ini saya langsung terbawa flashback kilas balik ke belakang yang membuat saya merasa beruntung sekaligus merasa sedih. Saya merasa beruntung karena saya juga termasuk dari sekian orang yang pernah merasakan dan menikmati fasilitas sekolah seperti yang digambarkan pada SD PN Timah itu, ya saya sekolah dari TK sampai SMP di sekolah yang dimiliki PT PUSRI salah satu BUMN penghasil pupuk terbesar nasional di Palembang. Yang semua fasilitas dan kemampuan guru terbaik kita punyai.
Disisi lain saya menjadi sedih karena keadaan seperti SD Muhammadyah yang digambarkan itu memang ada. Saya Kuliah Kerja Nyata pada tahun 2000-an di Kecamatan Pampangan, Sumatera Selatan. Pampangan sendiri tidak jauh dari Ibukota Propinsi Palembang dan Ibukota Kabupaten OKI, Kayu Agung. Pada waktu kami KKN, kami didatangi sama Kepala Sekolah SD Muhammadyah Pampangan untuk meminta kami mengajar di sana karena sudah dekat dengan Ebtanas dan memang mereka tidak punya guru lain, yang pada akhirnya saya ketahui satu-satunya guru mereka ya cuma kepala sekolahnya bedanya cuma mereka muridnya cukup tidak seperti yang di laskar pelangi yang terancam ditutup. Di sana sendiri ada SD Negeri, tapi memang terasa sekolah kita kurang cukup banyak menampung siswa dan juga kurang cukup murah dan lengkap fasilitas baik fisik maupun sdm-nya.

Dari film dan novel ini yang katanya adalah pengalaman dari sang penulis sendiri bisa membuka mata kita, bahwa untuk mencerdaskan bangsa ini tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah saja ataupun organisasi2 sejenis Muhammadyah saja , tapi memerlukan tanggung jawab dari kita semua, agar penerus bangsa kita punyai yang merupakan berlian yang belum terasah tidak pudar… Agar tidak ada Lintang yang tersia-siakan

Saya sendiri belum pernah membaca novelnya, tapi dari kesan yang mendalam yang saya lihat dari filmnya saya yakin memang novelnya memang fenomenal, dan saya berjanji saya akan beli dan baca ( kalau sempat hehe ).

Iklan

3 tanggapan untuk “Nonton Laskar Pelangi The Movie

  1. He..he.. Ayo cabut bareng-bareng. I gak mau luck sendirian. Yang senior-senior pun udah tak racuni pemikiran “Aku ingin pensiun di usia 40 tahun”….

    Sekarang lagi nyari “senjata” buat berburu mangsa besar. Insyaallah awal november nanti bili “senjatanya”. Mau ikutan???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s