Antara kenaikan UMK 2012 Batam dan kelangkaan BBM

Akhirnya Gubernur Kepri melakukan revisi mengenai kenaikan UMK Batam dari Rp. 1310 ribu menjadi Rp. 1402 ribu setelah mengalami demo pekerja yang akhirnya berakhir ricuh. Ini adalah angka tengah terutama buat pekerja yang semula menuntut dikisaran Rp.1700 ribu yang memang dianggap layak buat memenuhi kebutuhan hidup sehari’-hari di Batam.
Tapi setinggi apapun juga masih akan belum layak, karena kebutuhan hidup di Batam memang tinggi. Dan ini juga diperparah dengan dukungan pemerintah kota yang cuma memikirkan peningkatan PAD dengan menarik pajak kepada rakyat. Pajak yang sdebelumnya dihilangkan sebagai fasilitas special economic zone muncul dengan nama lain dengan besaran yang sama namun keluar dengan nama yang berbeda.

Jadi siapa yang salah ? Pekerja,pengusaha,pemerintah ? Lantas apa hubungannya dengan kelangkaan BBM ? Ya jelas akan memperparah kondisi tersebut

Hmm Pake Linux ? Gak Masalah !!!

Gak terasa udah sebulan saya mengubah OS saya dari Windows XP ke linux. Sebenarnya dari jaman kuliah dulu saya sudah berkali-kali mencoba linux (10 or 11thn dah lupa). Sudah berbagai macam distro linux saya coba, mulai dari Redhat, Suse, Gentoo, Freespire, Knoppix, Mandriva, Ubuntu dan masih banyak yang lainnya. Yang agak lama saya pakai adalah Suse yang bertahan hampir 3 hari lebih. Sedangkan yang laen gak bertahan lebih dari satu hari sebelum saya ganti balik ke Windows. Sebenarnya mencoba memasang Linux di komputer bukan untuk gaya-gayaan, terbukti saya dengan tekun dan sabar menunggu paket Ubuntu saya yang saya pesan dari  website Ubuntu (ya gratislah) walaupun dengan jumlah yang mengikuti nafsu (20 pcs buat apa ya?). Waktu datang saya pasang dan langsung saya hapus. Kenapa ?

Karena banyaknya ketergantungan yang istilah kerennya reprosities yang nota bene saya harus online dan download berpuluh-puluh mega, save as gambar  aja mau nangis liat sisa pulsa, belum lagi leletnya.Makanya yang paling lama dulu adalah SuseLinux, karena saya punya CD repro-nya. Tapi itu sekitar tahun 2002,Linux Suse 9 kalo nggak salah. Ubuntu yang waktu dulu belum begitu populer saya langsung uninstall begitu tahu untuk  jalankan file MP3 saya harus install lagi macem-macem yang bikin kepala saya mumet.

Okeh terus distro linux apaan lagi yang saya coba kok bisa bertahan agak lama (sampai sekarang masih pake). Kebetulan ketika jalan-jalan di dunia maya nyari software gratisan free en open source buat windows, saya nyantel di salah satu distro linux turunan Ubuntu yaitu LinuxMint. Koq bisa? sebab menurut empunya, saya tinggal  install en pake gak usah bingung-bingung nginstall ini-nginstall itu. Tinggal pake aja. Akhirnya saya download file ISO-nya (download katanya mahal? ya itu kan tahun 2002, secara sekarang 2009 ada RT-RW net yang murah en kenceng), saya burn dan coba jalankan live CD-nya. Bener selain tampilan yang lebih mentereng dari WinXP atau Vista (seperti kebanyakan X-Server linux sekarang) wireless network saya langsung detect, buka firefox gak perlu macem-macem langsung jalan semua plugin ehm terutama buat streaming pideo lah. Buat multimedia dan muter film sudah tersedia out of the box, buat kerja apalagi enax en ringans.

Untuk menginstalasi aplikasi laen dan game (sekarang dah banyak game yang seru di Linux loh terutama yang genre first person shooter) memang masih memerlukan koneksi  internet, tapi cukup lewat aplikasi MintInstall pilih softwarenya pencet install. Selain cara ini dengan memakai repro Ubuntu juga bisa misalnya dengan APT-Get karena LinuxMint masih turunannya juga.

Tampilan LinuxMint dengan foto cewek

Tampilan LinuxMint dengan foto cewek

Nilai plus karena buat pemula sama sekali nggak ribet dan gak banyak settingan yang harus kita lakukan dengan manual (walaupun untuk menyimpan resolusi desktop yang saya pake biar gak balik ke-default sempet nyusahin karena tetep aja kutak-katik) secara keseluruhan recommended lah buat orang awam seperti saya. Untuk alternatif dari produk Microsoft saya rekomendasikan. Intinya suka pake MS, mampu beli silahkan lanjutkan pake MS. Suka MS gak punya duit sangat saya rekomendasikan ganti ke sini. Punya duit gak suka MS atau pengen alternatif?  LinuxMint layak dicoba.Yang saya coba adalah LM7 codename Gloria,url-nya http://www.linuxmint.com

Bermain PSX emulator di LM7 sebenernya bisa full screen tapi biar keliatan aja kalo di Linux

Bermain PSX emulator di LM7 sebenernya bisa full screen tapi biar keliatan aja kalo di Linux

It’s depend on yourself to try !!!

Next try distro turunan Ubuntu laen dari Indonesia Blank-On Linux 5.0: Nanggar

Keracunan Facebook

Sudah lebih dari sebulan nggak nulis apa-apa disini, awalnya sih cuma invitation buat buat account di Facebook sebuah situs web jejaring sosial. Sebenarnya sih saya sudah tahu udah lama, tapi tidak terlalu tertarik paling ya mirip-mirip friendster-lah yang lebih kurang mirip tempat narsis-narsisan.
Baca entri selengkapnya »

Vote For President

Pemilihan Umum 2009 sudah dekat, pesta demokrasi rakyat yang menghabiskan dana tidak sedikit tapi terancam dengan kata-kata “Gol-Put”. Siapa atau Partai apaan tuh gol-put ? Sebagian orang yang melakukan ritual gol-put ini mempunyai pembenaran atas ritual mereka. Salah satunya adalah karena merasa tidak ada yang layak buat dipilih. Terus siapa yang dipilih ? Meneketehe. Dengan ritual ini berarti sama dengan ikut siapa aja deh yang menang… Gak percaya ? Siapa bilang kalo nanti yang menang pemilu orang yang menurut pelaku golput tidak pantas jadi pemimpin atau wakil rakyat bukan mereka yang milih dan mereka bilang saya kan tidak pilih orang-orang itu… Kita lihat analisa berikut…

Katakanlah ada 3 calon A, B dan C. Si A yang milih 33.5 %, si B yang milih 32.4 %, naah si C yang milih 13.1 %. Terus yang males milih atau gak sreg sama ketiga calon dan milih di rumah aja ada 21 % orang. Menurut kalian yang menang siapa ? Si A kan ? Terus yang milih di rumah dan tidak memilih sama sekali apa bener nggak milih ? Ya nggak mereka tetep pilih si A secara nggak langsung walau nggak nyoblos. Hmm padahal mereka yang Gol-Put ikut memenangkan, karena tidak cukup punya nyali buat milih oposan orang-orang tersebut. Rasanya kayak kentut nggak bunyi terus pas bau bilang bukan saya kok yang kentut.

Kalau menurut saya nih, yang lebih penting bagi kita adalah kita memilih pimpinan atau wakil rakyat dengan sadar bukan karena dikasih amplop atau dikasih janji-janji manis atau foto kampanye yang ganteng yang terpampang di mana-mana. Karena harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat kita masih belajar berdemokrasi masih mudah dibujuk dengan tampilan dan janji-janji. Naah kalau kita nggak milih ya berarti kita biarkan saudara-saudara kita yang masih belajar milih ini milihin buat kita.

Jangan sampe deh kalo kita gak sreg sama si A dan si B terus kita nggak milih, percaya nggak kalo misalnya si C agak-agak mendingan dan kita ikut milih si C bisa menang. Makanya kalau kita merasa intelek kita harus berani untuk memilih dan bertanggung jawab dengan pilihan kita, jangan lari dan bilang “terserah elo aja deh”. Tidak ada seorang pemimpin-pun di dunia fana ini yang adil dan bijaksana, tapi kalo mendekati pasti ada. Lagian nih Negara dah keluar duit banyak buat pemilu. Coba bayangin kalau pake quorum, kalau sempet yang golput 51% dari total pemilih bisa-bisa ngulang terus dan jadi pemilu abadi ya ? Jadi jangan gak milih ya nanti.

Saya nulis begini bukan berarti saya mencalonkan diri lo. Jangan sampe nanti pas pemilu gak milih karena foto saya nggak ada

Google Chrome Test Drive

Google Chrome adalah sebuah browser baru yang dibuat oleh Google, sebuah perusahaan IT yang terkenal dengan inovasinya terutama dalam web search di internet. Inilah yang membuat Google Chrome menjadi menarik dan langsung menempati 1% dari jumlah pengguna browser sejak pertama diluncurkan versi betanya pada tanggal 2 September 2008, diperkenalkan dalam platform Microsoft Windows XP dalam 43 Bahasa. Namanya sendiri berasal frame antarmukanya, atau “chrome”, dari web browser.

Tujuan utamanya sendiri adalah peningkatan dalam hal keamanan, kecepatan dan kestabilan dibandingkan dengan browser yang telah ada. Google sendiri juga melakukan perubahan yang banyak dalam hal antar muka pengguna. Chrome dibuat dari 26 pustaka kode Google yang berbeda dan juga dari pihak ketiga seperti Netscape.

Dalam hal keamanan Chrome secara berkala meng-unduh pembaharuan dari dua jenis “daftar hitam” ( satu untuk phising dan satu lagi adalah malware ), dan akan memperingatkan pengguna jika mereka mencoba mengunjungi sebuah site yang berbahaya. Service ini juga dibuat untuk digunakan oleh yang lain melalui API ( application programming interface; Antar muka pemrogramman apliksi ) yang disebut di sebut “Google Safe Browsing API”.

Dalam hal kestabilan Google Chrome mengaplikasikan multithread browser,dengan memisahkan setiap site dan plugin yang digunakan. Ini untuk menghindari task saling mengganggu, yang bagus buat keamanan dan kestabilan. Chrome memperkenalkan sebuah proses manajemen yang disebut task manager, yang memperbolehkan pengguna untuk melihat site mana yang paling banyak mempergunakan memori, download byte paling banyak dan juga mengganggu kinerja CPU ( juga plugin yang berjalan pada proses yang berbeda )dan mematikan mereka. Beberapa pengguna melaporkan adanya konflik dengan Internet Explorer dan menyebabkan blue screen error pada windows.

Dengan segala fitur yang ditawarkan dan juga berbagai kontroversi yang muncul, untuk itu redaksi tertarik mencoba melakukan test drive browser ini, tapi lebih kearah integrasi antarmuka pengguna, kenyamanan dan fitur-fitur utama yang coba ditawarkan oleh Google Chrome sendiri dibandingkan dengan browser lain. Untuk kecepatan sendiri, tidak dilakukan perbandingan karena kita tidak punya tools yang memadai untuk melakukan ujicobanya.

Kesan Pertama

Pada halaman awal akan tampak halaman awal yang dirasa seperti “speed dial” pada Opera

Dan juga interaksi yang luas, seperti menggunakan full screen mode pada browser yang lain, ini karena Google menggunakan title bar sebagai tab, sehingga hemat satu baris tidak seperti browser lain. Pada sebelah atas setiap tab terdapat sebuah kotak url yang disebut omnibox yang juga berfungsi sebagai search box.

Kita juga mencoba bagaimana tampilan dari website elektro96.com

Dan juga dari detik.com yang terkenal banyak iklan J

Kesimpulan

Kalau memakai alat ukur “perasaan” antarmuka yang ditawarkan khas Google yang penuh dengan kesederhanaan namun menawarkan fitur-fitur yang menarik. Tapi ketika dihadapkan seperti persoalan kecepatan dan kustomisasi banyak pengguna yang melaporkan ketidakpuasan. Tapi dari redaksi elektro96.com sendiri masih memberikan toleransi sendiri mengingat Chrome sendiri masih dalam tahap awal, dan juga arahnya menuju ke standar browser yang modern. Anyway it’s your choice to decide.

Google Chrome sendiri dapat anda unduh di sini http://google.com/chrome

 

Sumber

Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Chrome

Aditya (200809-05). “Google Chrome and the Blue Screen of Death“. Retrieved on 2008-09-16

« Older entries